Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

Damkar Polman Terjunkan Regu A Tangani Saluran Buntu Warga, CPNS 2024 Ikut Terlibat


24 Jun 2025   Damkar

UPTD DAMKAR, POLMAN - UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Polewali Mandar kembali melaksanakan tugas pelayanan publik non-kebakaran berupa penyemprotan saluran air buntu milik warga di Jl. Poros Majene – Mamuju, Kecamatan Wonomulyo.


Kegiatan berlangsung pada Selasa, 24 Juni 2025 pukul 15.28 WITA dan melibatkan Regu A Damkar Polman yang terdiri dari 8 personel.




Menariknya, dalam pelaksanaan tugas kali ini, terdapat 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik sebagai CPNS Damkar formasi tahun 2024 turut terlibat langsung dalam kegiatan di lapangan.


“Ini menjadi pengalaman perdana dan berharga bagi rekan-rekan CPNS, karena mereka langsung menerapkan materi pelatihan dasar yang baru saja diterima sehari sebelumnya,” ujar Ludi Purnama Putra, petugas pelapor kegiatan.




Sebelumnya, pada Senin, 23 Juni 2025, para CPNS tersebut telah mengikuti pelatihan teknis dasar mengenai pengenalan peralatan pemadam kebakaran serta simulasi lapangan.


Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menjadi bentuk implementasi langsung dari materi yang telah diterima, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai bentuk pelayanan kedaruratan.




Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan CPNS dalam kegiatan penyelamatan non-kebakaran ini.


"Keterlibatan mereka sejak awal sangat penting untuk membangun semangat kerja tim dan membiasakan diri terhadap dinamika tugas-tugas penyelamatan di lapangan," ungkapnya.


Kegiatan penyemprotan saluran buntu ini berjalan aman dan lancar, sebagai bentuk tanggung jawab Damkar Polman dalam menjawab kebutuhan masyarakat, tidak hanya terkait kebakaran tetapi juga layanan penyelamatan dan bantuan teknis lainnya.





Laporan : A.R., UPTD Damkar Polman

Kegiatan Terbaru

Damkar Polewali Mandar Tangani 11 Titik Kebakaran Lahan Sehari Semalam...
19 Sep 2026

POLEWALI MANDAR - Musim kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mencapai titik krusialnya pada Selasa, 15 September 2026.Selama 24 jam penuh, Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Polman bersama Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) harus bertarung menghadapi kepungan api di sebelas titik terpisah yang menyebar di berbagai kecamatan.Rangkaian peristiwa ini menguji ketahanan fisik dan kesiapsiagaan personel di lapangan, di tengah imbauan kewaspadaan yang sebelumnya telah diterbitkan oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud.Kebakaran Awal di Pagi HariEkskalasi krisis bermula pada Selasa pagi. Pukul 11.15 WITA, laporan pertama masuk ke Posko Induk Matakali mengenai kebakaran lahan produktif seluas 0,8 hektare di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali. Berada tak jauh dari Mako, satu unit armada tiba dalam waktu tiga menit dan berhasil memadamkan api dalam tempo 20 menit.Hanya selang 15 menit, pukul 11.30 WITA, panggilan kedua tiba dari Lingkungan Tanro, Kelurahan Polewali. Kebakaran melahap tumpukan sampah pekarangan seluas 200 meter persegi di dekat Masjid Jami’.Armada Posko Induk kembali menuntaskan pemadaman dalam waktu 20 menit. Dua kejadian awal ini semula dikira sekadar insiden rutin, sebelum gelombang laporan besar menyusul sepanjang sore hingga dini hari.Ancaman Permukiman di Buttu DakkaSituasi memanas drastis pada pukul 13.35 WITA saat asap tebal membubung dari puncak gunung di Desa Tapango, mencakup Dusun Reamambu dan Dusun Lapejang. Hanya selang satu menit, pukul 13.36 WITA, kobaran api lain dilaporkan menjilat lereng Bukit Buttu Dakka, Dusun Buttu Dakka, Desa Dakka, Kecamatan Tapango. Api menyebar cepat tepat di pertigaan Masjid Nurul Hasanah dan berjarak sangat dekat dengan rumah warga.Menanggapi ancaman langsung ke permukiman, Kepala UPTD Damkar dan Penyelamatan Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., turun langsung memimpin penanganan dengan menaiki armada Posko Induk Matakali. Turut serta di dalam armada, Andi Annissa, personel CPNS Srikandi Damkar Jabatan Fungsional Keterampilan Pemadam Kebakaran Pemula."Dari bawah, api terlihat sangat dekat dengan masjid dan rumah-rumah warga di sepanjang lereng. Ini pertama kalinya saya turun langsung ke lapangan untuk karhutla dan menyaksikan api sebesar itu menjilat lereng bukit," ujar Andi Annissa mengenang ketegangan di lokasi.Melihat kobaran yang kian membesar terdorong angin, armada kedua dikirim pada pukul 14.02 WITA, disusul perkuatan dari TNI, Polri, Brimob, dan BPBD Polman. Setelah pertempuran sengit selama lebih dari dua jam, area seluas dua hektare tersebut akhirnya berhasil dilokalisir dan dinyatakan aman pada pukul 16.30 WITA.Menembus Tanah Gambut LuyoDi tengah penanganan di Buttu Dakka, panggilan mendesak datang dari Bupati Polman terkait kebakaran hebat di Kecamatan Luyo yang rekaman videonya mulai meresahkan warga. Pukul 14.38 WITA, laporan resmi diterima untuk area Bukit Bungin-Bungin, Dusun Landi Pokki, yang mencakup Desa Baru dan Desa Tenggelang.Kepala UPTD Imran bersama armada bergerak cepat bergeser menuju Luyo, sementara Damkar Pos Campalagian telah lebih dulu menangani bagian atas di Desa Tenggelang sejak pukul 14.14 WITA. Di lokasi, Camat Luyo Darmawati Rukkawali, S.Sos., dan Kepala Pelaksana BPBD Polman Andi Chandra Sigit, ST, M.A.P., turut mendampingi proses pemadaman.Karakteristik kebakaran di Luyo terbukti jauh lebih rumit karena terjadi di atas tanah gambut kering di bawah perkebunan sawit seluas 10 hektare."Setiap kali satu titik padam, hanya dalam hitungan menit asap dan bara kembali menyembul dari bawah tanah di sisi lain. Permukaannya tampak dingin, tapi di bawah tanah baranya terus menjalar," kata Imran.Armada dipaksa merangsek ke permukaan tanah yang tidak rata, dibantu pasokan air dari unit water tank BPBD, PDAM, serta personel Polsek Luyo yang menyisir titik api menggunakan jet shooter hingga lokasi tertangani tuntas pukul 16.39 WITA.Pada kurun waktu yang hampir bersamaan, armada Damkar Kecamatan Tinambung berjibaku memadamkan kebakaran lahan produktif seluas 1 hektare di Dusun II Samasundu, Kecamatan Limboro (masuk pukul 14.30 WITA, padam 16.45 WITA).Usai dari Samasundu, armada bergeser ke Desa Bala, Kecamatan Balanipa untuk membantu Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan warga memadamkan lahan seluas 2 hektare secara manual hingga pukul 17.37 WITA.Puncak Tapango : Tiga Bukit Tanpa Akses AirSetelah penanganan Luyo selesai pukul 16.39 WITA, Kepala UPTD Imran dan Kalaks BPBD Andi Chandra memboyong tim menuju Desa Tapango untuk memperkuat personel yang sejak siang menghadapi kebakaran hutan di kawasan puncak gunung.Laporan dari Komandan Regu (Danru) Damkar di lokasi menyebutkan bahwa personel telah berupaya keras menembus medan terjal hingga menaiki tiga puncak bukit di gunung yang mencakup Dusun Reamambu dan Dusun Lapejang.Namun, titik tengah pusat api berada pada posisi geografis yang tidak dapat dijangkau oleh semprotan air armada. Untuk melakukan pemadaman secara manual pun tidak ada akses jalan yang memungkinkan personel mendekat secara aman.Melihat kendala medan yang ekstrem, setelah waktu Maghrib, Satgas Karhutla bersiaga di titik aman terdekat dari lokasi. Kehadiran tim disambut langsung oleh Camat Tapango, Hirawati, SP., M.Adm.,KP., yang memantau perkembangan situasi bersama warga, TNI, Polri, dan Brimob. Kobaran api di puncak gunung seluas ±30 hektare tersebut baru meredup dan dinyatakan tertangani pada pukul 20.30 WITA.Sekam Membara dan Penyalaan Ulang di SamasunduBelum sempat beristirahat, pukul 20.31 WITA armada Posko Induk dikirim ke Dusun I Jambu Malea, Desa Jambu Malea, Kecamatan Tapango. Warga di belakang SDN 064 telah memadamkan api lahan seluas 1,5 hektare secara mandiri, tetapi mengkhawatirkan tumpukan sekam padi yang masih berasap. Penyemprotan pendinginan dilakukan mendalam hingga bagian dalam sekam dipastikan dingin pada pukul 21.01 WITA.Pukul 21.00 WITA, siaran langsung media sosial warga memperlihatkan api kembali menyala di Dusun II Samasundu, Limboro. Medan yang curam membuat armada tidak bisa mendekat, sehingga personel Damkar bersama polisi dan warga berjalan kaki menembus dua aliran sungai dangkal, memadamkan bara menggunakan ranting pohon hingga tuntas pukul 23.05 WITA.Dini Hari di BuloTepat saat pemadaman Samasundu usai pukul 23.05 WITA, laporan baru masuk mengenai kebakaran lima hektare lahan perbukitan di belakang gedung SPPG, Dusun Kanusuang, Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo.Pada penanganan di Kecamatan Bulo ini, Kepala UPTD Imran, S.IP., M.M., dan personel CPNS Andi Annissa tidak ikut serta ke lokasi. Penanganan di perbukitan Bulo dilaksanakan oleh personel Damkar Posko Induk Matakali Regu Shift B bersama Damkar Campalagian dan TNI Kodim. Bertarung dengan angin kencang hingga dini hari, pemadaman total di Bulo baru berhasil diselesaikan pada Rabu, 16 September 2026, pukul 03.18 WITA menutup rangkaian pertempuran 16 jam melawan api.Investigasi Lapangan : Luas Lahan MembengkakPada Rabu (16/9) dan Kamis (17/9), Ahmad Robbani, ASN CPNS Damkar Polman sekaligus PIC Damkar Polman untuk Satgas Karhutla Sulawesi Barat, melakukan investigasi dan pemetaan pemetaan ulang (post-fire mapping) di sejumlah titik kejadian :Kawasan Palippis, Desa Bala (Balanipa) : Pemetaan ulang pada Rabu sore menemukan sisa bara yang kembali menyala di kedua sisi jalan poros Trans Sulawesi. Total luas terdampak membengkak dari estimasi awal 0,5 hektare menjadi 1,5 hektare, dengan indikasi kuat adanya aktivitas pembakaran yang disengaja lalu ditinggalkan.Desa Samasundu (Limboro) : Hasil pemetaan langsung pada Kamis pagi (08.00-15.15 WITA) mencatat realitas yang jauh lebih masif. Dari perkiraan awal 3 hektare (gabungan kejadian siang dan malam), pemetaan GPS mencatat luas terdampak sesungguhnya mencapai 19,63 hektare (dibulatkan 20 hektare). Selisih 16,63 hektare ini terjadi akibat cepatnya batas kebakaran awal dan penyalaan kembali menyatu tanpa terdeteksi.Kawasan 4 Desa Kecamatan Balanipa : Pada Kamis sore (17/9), kebakaran besar melanda perbukitan yang mencakup Desa Lambanan, Sabang Subik, Pambusuang, dan Lego. Pemetaan mencatat luas terdampak mencapai ±40 hektare (25 hektare berhasil ditangani, sedangkan 15 hektare di area lembah tidak dapat dijangkau).Ekskalasi karhutla belum mereda pada pekan tersebut. Pada hari Kamis beberapa hari berikutnya, kebakaran lahan seluas ±40 hektare kembali melanda Kecamatan Balanipa yang berdampak pada empat desa (Lambanan, Sabang Subik, Pambusuang, Lego).Pada malam harinya, kebakaran hebat seluas ±100 hektare melalap Desa Paku, Kecamatan Binuang, hingga melintasi batas daerah tetangga.Angka KrisisBerdasarkan rekapitulasi data Satgas Karhutla Polewali Mandar hingga pertengahan September, tercatat 120 insiden kebakaran (94 karhutla dan 26 kebakaran permukiman) dengan total area terdampak mencakup ±51 hektare hutan dan ±263,78 hektare lahan perkebunan. Krisis ini beriringan dengan bencana kekeringan di 31 titik yang berdampak pada 7.345 jiwa dari 7.035 kepala keluarga.Secara akumulatif di tingkat Provinsi Sulawesi Barat, Satgas Karhutla mencatat 564 kejadian, mencakup 359 kejadian karhutla, 81 kebakaran permukiman, dan 124 titik kekeringan yang mengharuskan penyaluran air bersih darurat sebanyak 2,82 juta liter.Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan seluruh bara padam total. Masyarakat yang menemukan titik api atau membutuhkan bantuan darurat diimbau segera menghubungi Call Center Hotline Damkar dan Penyelamatan Polewali Mandar....

Selengkapnya...
Damkar Polewali Mandar Perkuat Koordinasi Lapangan Satgas Karhutla melalui Investigasi, Validasi Data, dan Edukasi Masyarakat...
12 Sep 2026

POLEWALI MANDAR - UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar terus memperkuat perannya sebagai koordinator lapangan dalam Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Polewali Mandar atau Satgas Karhutla Polman di beberapa Kelurahan/Desa dan Kecamatan pada Kamis, 10 September 2026.Penguatan tersebut dilaksanakan melalui rangkaian investigasi pascakebakaran, pemetaan lahan terdampak, validasi data, sosialisasi peringatan dini, serta konsolidasi jejaring komunikasi lintas instansi.Dalam pelaksanaan tugas, Damkar Polewali Mandar bersinergi dengan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur masyarakat.Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan kebakaran tidak berhenti pada pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan pendataan, penyelidikan awal, pemulihan, dan penguatan langkah pencegahan.Rangkaian kegiatan lapangan dimulai pada Kamis, 3 September 2026, melalui investigasi pascakebakaran lahan di belakang Gedung SDN Landi Baru Bukit Bungin, Dusun Landi Pokki, Desa Baru, Kecamatan Luyo.Tim Satgas Karhutla kemudian berkoordinasi di Kantor Desa Luyo untuk memverifikasi informasi kejadian, memperkirakan kerugian, serta memetakan luas lahan terdampak bersama aparatur desa.Kegiatan tersebut melibatkan Ahmad Robbani dari Damkar Polewali Mandar dan Bhabinkamtibmas Desa Luyo Muhammad As’ad, dengan dukungan Sekretaris Desa Luyo, Sulaeman. Dalam data kejadian tercatat kebakaran di Dusun Landi Pokki, Desa Baru, pada 2 September 2026 sekitar pukul 19.15 WITA, dengan luas lahan terdampak sekitar 20,88 hektare dan status penanganan selesai.Validasi Kejadian di Luyo, Mapilli, Campalagian, dan TapangoPada Jumat, 4 September 2026, kegiatan investigasi dan pendataan dilanjutkan di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, serta Desa Bonra, Kecamatan Mapilli. Di dua lokasi tersebut, petugas melakukan dokumentasi pascakebakaran, pemetaan lahan terbakar, dan verifikasi informasi bersama aparatur desa.Data kejadian mencatat kebakaran lahan di Desa Mapilli Barat pada 3 September 2026 sekitar pukul 20.05 WITA dengan luas terdampak 0,5 hektare. Pada waktu yang sama tercatat kebakaran lahan di Dusun Bonra II, Desa Bonra, seluas sekitar 2,35 hektare. Kedua kejadian telah dinyatakan selesai dalam penanganan.Selanjutnya, pada Rabu, 9 September 2026, tim Damkar melaksanakan investigasi di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian. Kegiatan tersebut mencakup konfirmasi terhadap tiga kejadian, yaitu kebakaran dua rumah pada 17 Agustus 2026, kebakaran lahan pada 28 Agustus 2026, dan kebakaran lahan pada 5 September 2026.Rekapitulasi data menunjukkan kebakaran permukiman di Desa Kenje pada 17 Agustus 2026 berdampak pada dua kepala keluarga, dengan satu rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang. Kebakaran lahan pada 5 September 2026 tercatat berdampak pada sekitar 0,015 hektare.Pada hari yang sama, investigasi dilaksanakan di kawasan hutan bambu Jalan Poros Ongko, Dusun Panggalo, Desa Padang Timur, Kecamatan Campalagian. Tim berkoordinasi dengan Sekretaris Desa Padang Timur, Nurbiah Amir, untuk memverifikasi luas kawasan terdampak dan nilai kerugian.Hasil pendataan lapangan menunjukkan kebakaran berdampak pada sekitar satu hektare kawasan hutan bambu. Dengan memperhitungkan nilai bambu dan rumpun bambu yang terdampak, estimasi kerugian sementara mencapai sekitar Rp400 juta. Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kawasan tersebut diketahui sedang dalam proses pengajuan sebagai kawasan wisata hutan bambu dan selama ini dikelola serta dijaga oleh masyarakat setempat secara turun-temurun.Data rekapitulasi turut mencatat kebakaran kawasan hutan bambu di Desa Padang Timur pada 8 September 2026 sekitar pukul 20.20 WITA dengan luas terdampak satu hektare.Investigasi berikutnya dilakukan di Dusun Buttu Dakka, Desa Dakka, Kecamatan Tapango. Tim mendata dua titik kejadian kebakaran pada 8 September 2026.Salah satu kejadian berdampak pada sekitar satu hektare lahan di puncak Buttu Dakka, sedangkan kejadian lainnya berdampak sekitar 0,01 hektare. Penyebab kebakaran tetap berstatus dalam penyelidikan.Menjangkau Pemerintah Desa dan KecamatanPada Kamis, 10 September 2026, Damkar Polewali Mandar melaksanakan penguatan sinergi informasi, sosialisasi peringatan dini, pemutakhiran kontak person Satgas Karhutla, serta investigasi pascakebakaran di wilayah Kecamatan Balanipa dan Kecamatan Tinambung.Kegiatan menyasar Kantor Desa Bala, Desa Pallis, Desa Tamanggalle, Pondok Kerja Manggala Agni Polewali Mandar Daerah Operasi Sulawesi II, Kantor Kecamatan Balanipa, Kantor Desa Batulaya, Kantor Kecamatan Tinambung, dan Kantor Kelurahan Tinambung.Di Desa Bala, petugas memverifikasi kejadian kebakaran lahan di sekitar Jalan Provinsi pada tikungan Palippis. Rekapitulasi data mencatat kejadian pada 9 September 2026 sekitar pukul 19.52 WITA dengan luas terdampak sekitar 0,001 hektare.Di Desa Pallis, tim mengonfirmasi lima kejadian kebakaran hutan dan lahan. Salah satu kejadian meluas hingga sekitar 22 hektare dan menjalar ke wilayah Desa Tamanggalle.Data kejadian juga mencatat beberapa kebakaran di Pallis, di antaranya kejadian di Dusun Tondo pada 22 Agustus 2026 dengan luas terdampak sekitar 22 hektare, serta kejadian lain di Dusun Baruga dan Dusun Tondo. Dalam kegiatan tersebut, Damkar Polewali Mandar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif membantu pelaporan, pemadaman, dan penjagaan titik api, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau. Peran masyarakat dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali api setelah proses pemadaman utama selesai.Di Desa Batulaya, tim memverifikasi kebakaran lahan di Buttu Ciping dan Buttu Siwang. Rekapitulasi menunjukkan kejadian di Buttu Ciping pada 22 Agustus 2026 berdampak pada sekitar dua hektare, sedangkan kejadian di Buttu Siwang pada 7 September 2026 tercatat berdampak sekitar 22 hektare.Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Tinambung dan Kelurahan Tinambung juga mencakup penyampaian hasil investigasi, pemetaan wilayah terdampak, sosialisasi kontak darurat, serta koordinasi dukungan distribusi air bersih bersama BPBD Polewali Mandar.Sinergi dengan Manggala Agni dan Unsur SatgasPertemuan dengan Koordinator Manggala Agni Pondok Kerja Polewali Mandar Daerah Operasi Sulawesi II, Syarifuddin, menjadi bagian penting dalam penguatan pertukaran data dan informasi.Koordinasi tersebut mencakup pencocokan data kebakaran hutan dan lahan, pemetaan kekuatan personel, inventarisasi sarana dan prasarana, pertukaran kontak petugas, serta penyelarasan mekanisme pelaporan kejadian.Dalam pembagian tugas pengelolaan data Satgas Karhutla tingkat kabupaten, Ahmad Robbani, ASN CPNS pada Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran Pemula UPTD Damkar Polewali Mandar, mendapat amanah sebagai penanggung jawab penginputan data kejadian kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran permukiman.Sementara itu, Nur Afiah, S.Stat., ASN CPNS BPBD Polewali Mandar pada Jabatan Fungsional Analis Kebencanaan Ahli Pertama, bertanggung jawab terhadap penginputan serta pemutakhiran data kekeringan dan distribusi bantuan air bersih.Pembagian tanggung jawab tersebut diharapkan dapat mewujudkan satu data kebencanaan yang lebih cepat, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan Satgas Karhutla Polewali Mandar.Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran AwalSelain investigasi dan validasi lapangan, Damkar Polewali Mandar juga melaksanakan sosialisasi dan simulasi pencegahan serta penanganan kebakaran awal di Kodim 1402/Polman setelah rapat rutin Satgas Karhutla Polman.Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan unsur Satgas dalam menghadapi kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan. Materi meliputi pengenalan risiko kebakaran, pelaporan dini, penggunaan peralatan pemadam awal, pembagian peran antarpersonel, serta koordinasi ketika kejadian berkembang dan memerlukan dukungan lintas instansi.Imbauan Pencegahan Terus DiperkuatRangkaian sosialisasi mengacu pada Surat Bupati Polewali Mandar Nomor B-125/300.2.3/BPBD/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026 tentang Imbauan Peringatan Dini Kebakaran Permukiman dan Kebakaran Hutan dan Lahan.Surat tersebut diterbitkan menyusul prediksi curah hujan di bawah normal pada Juli, Agustus, dan September 2026 di sejumlah wilayah Sulawesi Barat, termasuk Polewali Mandar. Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar daun dan ranting kering, memastikan api pembakaran sampah telah padam, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.Masyarakat juga diingatkan untuk mematikan kompor dan peralatan elektronik ketika meninggalkan rumah, menjauhkan korek api dari jangkauan anak-anak, memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta menghindari pemasangan steker bertumpuk dan stopkontak di tempat basah.  “UPTD Damkar Polewali Mandar tidak hanya bertugas melakukan pemadaman, tetapi juga menjalankan fungsi koordinasi lapangan, investigasi pascakejadian, validasi data, pemetaan wilayah terdampak, dan edukasi pencegahan. Sinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat menjadi kunci agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M.Imran juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi cuaca kering.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat asap, titik api, atau aktivitas pembakaran yang berisiko meluas, segera laporkan kepada pemerintah setempat atau petugas Satgas Karhutla. Pelaporan yang cepat dapat mencegah api berkembang menjadi kebakaran besar,” lanjutnya.Seluruh rangkaian investigasi, pendataan, koordinasi, sosialisasi, dan simulasi berlangsung dalam keadaan aman dan lancar.Damkar Polewali Mandar bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus melakukan pemantauan, pemutakhiran data, serta peningkatan kesiapsiagaan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran....

Selengkapnya...
Kepala UPTD Damkar Polman Paparkan Tantangan Penanganan Karhutla, BPBD Sulbar Apresiasi Peran Damkar...
28 Aug 2026

POLEWALI MANDAR - Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar mengikuti Rapat Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sulawesi Barat, Jumat malam, 28 Agustus 2026.Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA. Kegiatan diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, unsur Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, serta instansi terkait dari kabupaten dan provinsi se-Sulawesi Barat. Delegasi Kabupaten Polewali Mandar diikuti langsung oleh Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., bersama PAC Polewali Mandar yang ditunjuk dari ASN Damkar Polman.Turut hadir dalam rapat Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Yasir Fattah, perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Barat Andi Juandi, serta perwakilan BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, dan unsur teknis dari sejumlah kabupaten.Rapat diawali dengan pemaparan mengenai aplikasi penginputan data kejadian kebakaran hutan dan lahan. Melalui sistem tersebut, laporan kejadian akan disampaikan setiap hari pada pagi dan sore hari.Setiap laporan diwajibkan memuat informasi yang lengkap, antara lain lokasi dan titik koordinat kejadian, luas area yang terbakar, waktu kejadian dan penanganan, jenis objek terdampak, perkembangan penanganan, serta dokumentasi lapangan. Kelengkapan data diperlukan untuk memastikan setiap laporan dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.Dalam sesi diskusi, para peserta turut membahas mekanisme pelaporan dari wilayah tanpa jaringan telekomunikasi atau blank spot. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan berada di kawasan yang sulit dijangkau serta belum memiliki akses jaringan internet yang memadai. Karena itu, peserta memandang perlu adanya petunjuk teknis mengenai pencatatan data secara luring.Pada kesempatan tersebut, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., memaparkan sejumlah kondisi yang dihadapi petugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan."Tantangan kami di lapangan termasuk keterbatasan sarana dan prasarana, medan yang berat, lokasi titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, keterbatasan panjang selang ke titik api, serta tidak tersedianya jaringan komunikasi di beberapa wilayah kejadian untuk pelaporan cepat," ungkapnya.Kondisi geografis dan keterbatasan akses menyebabkan armada pemadam tidak selalu dapat mencapai titik api secara langsung. Dalam beberapa penanganan, petugas harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan untuk mendekati area kebakaran.Menanggapi kondisi tersebut, Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar mengusulkan adanya dukungan peralatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Peralatan yang dibutuhkan antara lain tambahan selang pemadam, perangkat pemadaman portabel, jet shooter atau peralatan sejenis, serta sarana pendukung lain yang dapat digunakan di lokasi sulit dijangkau kendaraan.Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, jangkauan, dan efektivitas petugas saat melakukan pemadaman di wilayah perbukitan, perkebunan, lahan terbuka, maupun kawasan lain dengan akses terbatas.Dalam pernyataan penutup rapat, BPBD Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi terhadap peran Pemadam Kebakaran dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.Pemadam Kebakaran dinilai memiliki kontribusi besar sebagai salah satu unsur terdepan yang berhadapan langsung dengan berbagai kejadian kebakaran, baik kebakaran lahan, kawasan hutan, permukiman, maupun objek lainnya. Sementara itu, BPBD berperan sebagai sistem pendukung dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, termasuk dalam memperkuat koordinasi dan dukungan lintas kabupaten.Apresiasi tersebut menjadi penguatan bagi jajaran Damkar Polewali Mandar untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang sesuai dengan karakteristik medan, serta dukungan koordinasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.Rapat juga menegaskan bahwa kabupaten dan provinsi merupakan satu kesatuan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Oleh sebab itu, kolaborasi antara BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan instansi teknis lainnya merupakan kebutuhan mutlak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.#MediaCenterSatpolDamkar...

Selengkapnya...
162 CPNS Polewali Mandar Terima Sertifikat Latsar, Anggota Satpol PP Damkar Borong Penghargaan Lulusan Terbaik...
27 Aug 2026

POLEWALI MANDAR - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggelar Acara Penyerahan Sertifikat Kelulusan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pemberian Penghargaan serta Sosialisasi Hak dan Arah Pengembangan Karier ASN di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (27/8/2026).Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, S.IP. Turut hadir jajaran pimpinan BKPSDM Polewali Mandar, perwakilan Universitas Mega Buana Palopo, serta perwakilan dari BPJS Kesehatan dan PT Taspen.Capaian Pelatihan dan Kelulusan CPNSPelaksanaan Latsar, khususnya tahap klasikal, merupakan hasil kerja sama Pemkab Polewali Mandar dengan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK APDN) IV Makassar. Sebanyak 162 peserta (dari total 174 CPNS) berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan yang terbagi dalam dua gelombang, yakni 99 peserta pada Gelombang 1 dan 63 peserta pada Gelombang 2.Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja peserta, panitia memberikan penghargaan khusus kepada 20 lulusan terbaik (10 terbaik dari masing-masing gelombang). Pada Gelombang 2, personel dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar mencatatkan prestasi gemilang dengan mendominasi deretan lulusan terbaik melalui 5 perwakilan :Hasbi Rasyid (Satpol PP)Abd Rahmat N (Satpol PP)Rizwan Hasyim (Damkar)Andi Melia Rusdi (Satpol PP)Najda Hakim (Satpol PP)Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kabakaran (Kasatpol PP Damkar) Polewali Mandar, Arifin Halim, S.Sos., M.Si., mengapresiasi keberhasilan anggotanya yang berhasil masuk dalam jajaran 10 lulusan terbaik Gelombang 2. Ia berharap raihan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Satpol PP dan Damkar untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik di Polewali Mandar. "Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh para personel Satpol PP dan Damkar dalam Latsar CPNS tahun ini. Pencapaian menjadi lulusan terbaik ini membuktikan bahwa anggota kami tidak hanya siap secara fisik dan operasional di lapangan, tetapi juga memiliki integritas dan kompetensi akademik yang unggul sebagai ASN," ujar Kepala Satpol PP Damkar Polewali Mandar.Sementara itu, Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar, bapak Imran, S.IP., M.M. turut menyampaikan rasa bangganya atas kelulusan anggotanya di predikat terbaik. Ia menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai kedisiplinan dan kesiapsiagaan yang telah dipelajari selama Latsar untuk menunjang tugas operasional Damkar ke depan. "Prestasi ini merupakan bukti komitmen dan kerja keras personel Damkar selama mengikuti proses pendidikan dan pelatihan. Semoga ilmu serta nilai-nilai dasar Ber-AKHLAK yang didapat bisa diterapkan secara nyata dalam tugas-tugas penyelamatan dan penanggulangan kebakaran di masyarakat," ungkap Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar.Penyerahan sertifikat dan penghargaan diserahkan secara langsung oleh Sekda Polewali Mandar bersama Kepala BKPSDM, Kabid Diklat BKPSDM Narwis, Wakil Rektor Universitas Mega Buana Palopo, serta perwakilan BPJS Kesehatan dan PT Taspen. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan materi Sosialisasi Hak dan Pengembangan Karier ASN oleh Kabid Diklat BKPSDM.#MediaCenterSatpolDamkar...

Selengkapnya...

Kategori

  • 32
  • 1
  • 0
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
  • 26